Thursday, March 26, 2020

DAMPAK KECANDUAN BERMAIN JUDI


Permainan judi adalah  bentuk permainan yang mengandung unsur untuk melakukan tebakan dengan mempertaruhkan sesuatu yang kita miliki atau biasanya dengan media uang asli. Permainan ini sudah  tumbuh sejak ribuan tahun yang lalu. Apabila kita tarik dari garis sejarah yakni sejak masa zaman Mesir kuno, permainan ini dilakukan dengan cara menebak jumlah jari tangan yang disembunyikan dan tebakannya berupa jumlah bilangan ganjil atau genap.Jaman demi jaman berlalu begitupun dengan permainan ini semakin berkembang dan banyak bentuk permainannya. Dimulai pada awal abad ke-14 timbulah jenis permainan judi kartu yang pertama kalinya dimainkan di negara China, dan setelah itu disusul dengan lahirnya judi lotre pada abad ke 15 di bagian negara kerajaan Inggris. Dan setelah beberapa abad berlalu , di negri kita sendiri memunculkan jenis taruhan judi sabung ayam.

Pada masa sekarang ini banyak sekali orang yang terikat dan merasa kecanduan untuk terus melakukan judi. Banyak yang menganggap bahwa ini adalah sebuah jenis kecanduan yang paling berat dan sulit untuk disembuhkan selain kecanduan narkoba.
Kondisi Psikologis yang Menyebabkan Orang Bermain Judi

Judi memang biasa dijadikan pilihan alternatif untuk orang yang malas bekerja untuk mendapatkan keuntungan yang fantastis. Sering terlintas dalam pikiran mereka bahwa dengan memainkan judi mereka akan mendapatkan uang dengan mudah. Sungguh ironis karena hal tersebut adalah kesalahan yang perlu kita hindari.Semakin orang kecanduan dengan judi hal yang sebenarnya adalah rusaknya moral mereka di dunia fana ini.
Seorang ahli Psikolog Alexandra Adeline, M.Psi pernah mengatakan bahwa ditemukan sebuah kondisi yang disebut Gambling Addiction atau artinya adalah situasi seseorang dimana terdapat dirinya tidak mampu menahan dorongan untuk terus melakukan taruhan atau judi tanpa mempertimbangkan dampak yang akan timbul setelahnya.Ada beberapa faktor pendukung yang  mempengaruhi seseorang menjadi kecanduan judi seperti :

Terdapat sebuah perasaan atau sensasi tegang sewaktu kita menunggu hasil kalah atau menang saat berjudi akan menjadi sebuah kesenangan tersendiri bagi yang memainkannya. Ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas otak yang terhubung dengan saraf Dopamin ( suatu neurotransmitter yang dibentung di otak dan bertugas untuk memberikan sinyal antara sel saraf satu dengan yang lainnya ).
Terbentuknya suatu hormon endorfin dalam tubuh yang dapat menciptakan sensasi kesenangan tersendiri untuk pemainnya. waktu memainkan judi. Sewaktu orang mengalami kekalahan, tubuh kita masih memproduksi endorfin dan adrenalin. Jika seseorang sudah sampai pada tahap ini maka dia bermain judi bukan soal untuk mencari keuntungan lagi, melainkan untuk dijadikan sarana hiburan bagi dirinya sendiri.

Dampak Yang Dirasakan Jika Sudah Kecanduan Judi

Orang yang sudah kecanduan dalam permainan judi biasanya akan mengalami beberapa gejala atau dampak yang biasanya tidak disadari oleh para pelaku judi tersebut, seperti diantaranya :

  • Harta Habis Dan Terlilit Hutang

Ada banyak para pemain yang sudah tercandu judi merasa jika harta yang mereka miliki habis adalah suatu gool yang harus dicapai, bahkan biasanya mereka rela sampai harus berhutang hanya demi menjalankan hobi mereka tersebut.

  • Lupa Akan Waktu Dan Bekerja

Andai seseorang sudah dinilai sebagai maniak judi, mereka dapat bermain judi tanpa adanya batasa waktu. Kebanyakan mereka yang sudah kecanduan akan sanggup bermain judi terus menerus sampai waktu yang dimilikinya selesai, dan ini akan mengakibatkan dirinya sudah tidak memiliki waktu lagi untuk beristirahat dan dampak yang dirasakan adalah timbul kemalasan dalam melakukan pekerjaan utamanya.

  • Pikiran Menjadi Tidak Jernih

Bagi Mereka yang sudah kecanduan sudah tidak mungkin lagi dapat berpikir secara jernih dalam segala hal seperti mengambil keputusan. Hal ini adalah salah satu akibat yang paling fatal dari seseorang yang sudah tercandu permainan judi. Mereka sudah tidak dapat membedakan lagi mana perbuatan dari mereka yang benar dan salah.

No comments:

Post a Comment